Cara Pakai Indikator Teknikal RSI

loading...

Relative Strength Index (RSI) adalah sebuah indikator teknikal yang paling umum di pakai pada trading valas. Wajar saja karena cara pakai indikator teknikal RSI termasuk tidak sulit dipahami. Indikator RSI merupakan kelompok dari indikator oscilator dan telah ada sebagai indikator bawaan dalam setiap platform trading baik Streamster atau Metatrader.

Cara pakai indikator teknikal RSI

Indikator RSI adalah sebuah garis tunggal yang di pakai untuk menentukan kekuatan dalam sebuah trend, yang bisa merupakan sinyal pembalikan arah. RSI bekerja dengan cara membandingkan nilai absolut dari sebuah peningkatan harga dari pair mata uang Valas pada jangka waktu tertentu dengan tingkat penurunannya pada jangka waktu tersebut. Perolehan dari hasil perhitungan tadi dimunculkan dengan sebauh bentuk kurva, dengan kisaran tampilannya bervariasi antara 0% hingga 100%.

RSI mempunyai sebuah parameter tunggal yakni periode. Periode tersebut akan menentukan panjangnya rentang waktu yang di pakai untuk perhitungan. Secara standar periode tersebut telah ditetapkan dengan nilai 14. Dan nilai tersebut bisa berganti berdasarkan kegiatan aktual yang terjadi di market trading valas. Sesuatu yang sangat perlu untuk di ingat yaitu ketika market pada keadaan aktif maka kurva RSI akan sering melewati angka 30% dan 70%. Walaupun pada banyak kejadian hal tersebut tidak kemudian menjadi sebuah signal.

Lokasi indikator RSI

cara pakai indikator teknikal RSI

Tampilan indikator pada chart

cara pakai indikator teknikal RSI

Antisipasi fake signal dari RSI

Dikarenakan indikator RSI tidak jarang memberikan sinyal palsu maka perlu dilakukan penyaringan. Pada kejadian ini maka periode bisa dinaikkan misalnya hingga pada level 21. Hal ini diperlukan dengan tujuan memperpendek periode ketika keadaan market pada kondisi tenang. Pada kondisi ini biasanya sinyal akan sangat jarang keluar sehingga menjadikannya tidak efektif sama sekali.

Yang penting untuk diperhatikan pada sebuah sinyal trading adalah saat terjadinya suatu penyimpangan. Yang dimaksud penyimpangan disini yaitu munculnya suatu perbedaan tampilan yang dimunculkan oleh RSI dengan perilaku gerakan harga dari pasangan mata uang di market. Apabila harga menciptakan beberapa puncak / peak dari kenaikannya, tapi dalam periode yang sama kurva RSI justru menunjukkan maksimal dua lembah penurunan, maka ini berarti ada pelemahan dari kekuatan bullish yang berpotensi adanya pembalikan dari kondisi tren naik atau menyebabkan gerakan ke arah berlawanan setiap saat. Gerakan dari arah berlawanan akan menghasilkan tren bearish.

Menggunakan RSI untuk membaca overbought atau oversold

Ketika market membuat nilai RSI tinggi dalam periode waktu yang panjang, maka keadaan tersebut dinamakan overbought. Saat tersebut berpotensi adanya pembalikan ke arah yang berlawanan. Kondisi overbought ini akan semakin kuat ketika indikator berada di posisi 70%. Begitu pula ketika RSI market Valas sedang berada pada menunjukkan nilai indikator yang terlalu rendah dalam waktu yang lama. Tampilan tersebut berarti market sedang dalam kondisi oversold, yaitu harga sedang pada kondisi terlalu rendah dan berpotensi market akan berbalik naik. Keadaan ini terjadi ketika nilai indikator berada di bawah 30%.

Kondisi overbought atau oversold merupakan saat yang tepat untuk masuk ke market dan membuka posisi. Namun saat indikator tersebut meninggalkan zona overbought atau oversold anda harus segera menutup posisi anda.

Selain itu jika berada di zona tengah yaitu berada di antara kedua indikator tersebut juga merupakan posisi yang tepat untuk membuka order. Namun indikator tersebut meninggalkan zona overbought atau oversold anda disarankan untuk close order. Namun jika anda tidak yakin maka sebaiknya anda menahan diri dan tidak melakukan transaksi apapun pada pair mata uang tersebut.

Berikut penjelasan cara pakai indikator teknikal RSI secara fakta dari kejadian di atas. Ketika RSI berada pada kondisi overbought, maka hal ini mengindikasikan bahwa trader di market banyak yang melakukan posisi buy / beli. Namun tentunya juga akan ada banyak penjualan dalam waktu dekat. Begitu pula sebaliknya dengan kondisi oversold.

Penggunaan indikator RSI

Indikator RSI cocok digunakan untuk :

  • Analisa dari dasar dan puncak indikator tersebut;
  • Sebuah analisa dari bentuk-bentuk grafis pada sebuah grafik indikator;
  • Analisa dari garis support dan resistance, yang juga menjadi tingkatan dari grafik indikator;
  • Analisa dari posisi indikator tersebut berbanding dengan garis tengahnya;
  • Analisa periode grafik RSI yang melintasi tingkatan-tingkatan kendalinya.

Indikator RSI ini sebaiknya juga digunakan bersama dengan indikator lainnya, karena analisa ini sering memberikan signal yang berlawanan. Kondisi oversold atau overbought yang berkepanjangan atau fluktuasi harga yang kuat dapat menurunkan efektifitas indikator RSI ini. Oleh karena itu cara pakai indikator teknikal RSI pada sebuah strategi trading yang sesungguhnya, indikator RSI sebaiknya digunakan hanya dengan strategi yang matang. Anda juga perlu memahami bagaimana cara trading menggunakan price action sehingga keberadaan indikator hanya sebagai pemberi saran saja dan bukan sebagai dasar mengambil keputusan.

loading...
Topik bahasan :
  • analisa dengan RSI

Related Post

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 4 =